5 Environmental Hazard di Tempat Kerja yang Sering Terjadi

environmental hazard di tempat kerja

Setiap pemilik atau stakeholder dalam suatu perusahaan atau badan usaha perlu menciptakan lingkungan kerja yang aman. Kewajiban ini tidak hanya sebagai “keharusan moral” dan kewajiban hukum, tetapi juga berdampak secara finansial.

Beberapa industri, khususnya, sangat rentan mengalami insiden kecelakan. Industri penyedia jasa konstruksi, misalnya, mencatat 1 dari 5 kematian pekerja di sektor swasta. Industri lainnya yang rentan mengalami kecelakaan adalah jasa transportasi, manufaktur, perawatan kesehatan dan pergudangan.

Nah, mari kita kenali 5 environmental hazard di tempat kerja yang sering terjadi di bawah ini!

Environmental Hazard di Tempat Kerja & Environmental Health

Enviromental health atau kesehatan lingkungan mengacu pada pencegahan bahaya kesehatan di tempat kerja. Hal ini termasuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi membahayakan, lalu menerapkan tindakan-tindakan yang dapat melindungi para pekerja.

Dalam lingkungan kerja, para pekerja dapat menghadapi berbagai risiko kesehatan, termasuk yang akan diuraikan di bawah ini:

  • Bahaya Biologis
    Bahaya biologis berasal dari organisme, termasuk dari manusia, hewan dan tumbuhan yang mengancam kesehatan manusia. Contoh bahaya biologis termasuk jamur, kotoran, darah dan cairan tubuh. Bahaya tersebut dapat mengakibatkan penyakit dan alergi.
  • Bahaya Kimia
    Bahan kimia dapat menjadi racun, memicu korosif dan mengakibatkan kebakaran. Dengan demikian, hal tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi pekerja dan menjadi potensi bahaya jika pekerja menghirup, menelan atau menyerapnya melalui kulit. Bahaya kimiawi dapat menyebabkan luka bakar, iritasi dan muntah, atau menimbulkan masalah kesehatan kronis, seperti asma, kerusakan hati dan kanker.
  • Bahaya Fisik
    Bahaya fisik termasuk aktivitas atau zat alami di lingkungan kerja yang menimbulkan risiko kesehatan. Temperatur ekstrim, kualitas udara yang buruk, kebisingan yang berlebihan dan radiasi di tempat kerja semuanya dapat membahayakan pekerja, menyebabkan masalah pernapasan, gangguan pendengaran dan kanker, juga masalah lainnya.

Environmental Hazard di Tempat Kerja dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Untuk menemukan lokasi dengan potensi berbahaya di tempat kerja dan menimbang risikonya, manager K# atau HSE akan memeriksa lingkungan kerja, seperti persediaan peralatan pembersih dan keselamatan lingkungan kerja itu sendiri. Dengan mempertimbangkan pertanyaan seperti:

  • Apakah ada bahan kimia yang perlu penanganan khusus?
  • Apakah ruang kerja memiliki ventilasi yang baik?
  • Bisakah pekerja keluar dengan aman dan cepat?

Setelah mengukur dan mengambil sampel bahan di lingkungan kerja atau menyelidiki karakteristik lingkungan kerja, manager K3 atau HSE harus menafsirkan data yang telah dikumpulkan. Dengan cara ini, mereka dapat mengukur risiko dan menyiapkan laporan atau ringkasan temuan mereka.

Bahaya Tergelincir dan Tersandung di Tempat Kerja

Kecelakaan karena terpeleset dan tersandung “menyumbang” lebih dari 1 dari 4 kecelakaan di tempat kerja, dan menurut data terbaru, menyebabkan 792 kematian di tempat kerja dalam setahun.

Penyebab Tergelincir, Tersandung dan Terjatuh

Sejumlah masalah sederhana bisa mengakibatkan tergelincir, tersandung dan jatuh, seperti:

  • Lantai rusak atau licin
  • Kabel terbuka dari lintasan
  • Jalan setapak yang berantakan
  • Besi pegangan tangan hilang/tidak tersedia

Environmental Hazard di Tempat Kerja yang Sering Terjadi Karena Lantai Licin

Tips untuk Mencegah Bahaya Tergelincir, Tersandung dan Terjatuh

Mencegah kemungkinan orang tergelincir dengan mengikuti tips berikut:

  • Bersihkan segera jika ada cairan yang tumpah di lantai
  • Sediakan keset
  • Persiapkan drainase yang tepat
  • Penggunaan papan tanda pada lantai yang sedang dipel
  • Persiapkan besi pegangan tangan
  • Tapak traksi tinggi di tangga

Mencegah kemungkinan orang tersandung dengan mengikuti tips berikut:

  • Pastikan karpet dan keset diletakan dengan baik
  • Pasang pencahayaan dengan tepat, terutama di lorong-lorong gelap
  • Pastikan lorong dan jalan-jalan tetap bersih
  • Lakukan maintenance lantai secara berkala

Mencegah kemungkinan orang terjatuh dengan mengikuti tips berikut:

  • Semua potensi bahaya terjatuh pada suatu proyek, terutama pada pekerja yang bekerja dari ketinggian, harus merencanakan tugas dan peralatan keselamatan yang diperlukan.
  • Harus menggunakan dan menyediakan jenis perlengkapan keselamatan, tangga dan perancah yang tepat, juga memeriksanya secara teratur.
  • Melatih pekerja untuk menggunakan peralatan dengan aman dan mengenali bahaya pekerjaan.

Nah, itulah kemungkinan bahaya tergelincir, tersandung dan terjatuh yang dapat terjadi di tempat kerja beserta solusinya.

Bahaya Ergonomi: Gejala Utama dan Bahaya

Ergonomi yang buruk di tempat kerja dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi pekerja, seperti gangguan trauma kumulatif, cedera yang sering kambuh dan gangguan muskuloskeletal. Seringkali, bahaya ergonomi muncul karena desain tempat kerja kurang disesuaikan.

Environmental Hazard di Tempat Kerja Bahaya Ergonomis

Bahaya ergonomi mungkin terjadi karena masalah berikut:

  • Kursi atau meja kerja yang tidak disetel dengan benar
  • Gerakan berulang-ulang
  • Mengakat beban
  • Postur tubuh salah
  • Getaran

Tips untuk Mengatasi Bahaya Ergonomi

Kamu dapat beralih ke beberapa solusi untuk mengatasi perilaku berisiko tinggi yang umum dilakukan dan elemen yang terkait dengan masalah ergonomi.

Memperkirakan Potensi Bahaya Ergonomi

Langkah yang penting untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menemukan penyebabnya. Maka, coba evaluasi dengan beberapa pertanyaan ini:

  • Apakah workstation mempertimbangkan tinggi karyawan?
  • Apakah ruang kerja dapat memberikan dorongan untuk memposisikan postur tubuh dengan tepat?
  • Gerakan berulang apa yang sering dilakukan oleh pekerja?

Lakukan Penyesuaian

Setelah mengidentifikasi bahaya ergonomi, stakeholder dapat mencari solusi dengan tepat. Ini mungkin dapat dilakukan dengan mendesain ulang workstation atau merubah rutinitas kerja para karyawan.

Sudah tahu tentang bahaya ergonomi dan solusinya? Nah, kini saatnya melakukan adjustment dan terpakan!

Penanggulangan Bencana Alam dan Peran Manajemen Keadaan Darurat

Stakeholder suatu perusahaan harus mempersiapkan diri menghadapi bencana alam dan keadaan darurat. Jika angin puting beliung atau gempa bumi melanda, bagaimana stake holder akan menjaga keselamatan para pekerjanya?

Mereka yang berada dalam tim manajemen K3 ataus HSE memainkan peran kunci dalam mempersiapkan tempat kerja untuk menghadapi badai, kebakaran, banjir dan bencana alam lainnya.

Stake holder atau manager K3/HSE dapat mengambil beberapa tindakan untuk melindungi karyawannya dalam keadaan darurat dan bencana alam dengan langkah sebagai berikut:

  • Membuat rencana tindakan darurat
    Perusahaan harus mendokumentasikan rencana tindakan darurat mereka sesuai dengan standar-standar tertentu. Selain itu, karyawan harus menjalani latihan-latihan yang membiasakan mereka dengan prosedur rencana darurat tersebut dan diberikan salinan rencana tindakan darurat.
  • Mempersiapkan perlengkapan darurat
    Perlengkapan bertahan hidup mencakup kebutuhan dasar seperti air (satu galon per hari untuk setiap karyawan), makanan tahan lama, kotak P3K, senter dan radio yang dioperasikan dengan baterai. Barang lain yang harus disimpan di ruangan tahan badai adalah: selimut, peta dan ponsel.
  • Membuat rencana evakuasi
    Karyawan harus mengetahui lokasi pintu keluar terdekat, serta alternatifnya. Selain itu, rencana evakuasi harus menunjukkan rute tercepat untuk keluar dari gedung dan tempat bertemu setelah keluar dari gedung. Stakehoder harus mempersiapkan rencana evakuasi yang dipasang pada area yang terlihat di seluruh area kerja.

Environmental Hazard di Tempat Kerja Saat Bencana Alam

Pemulihan Pasca Bencana

Pulih dari bencana dan keadaan darurat membutuhkan manajemen yang bijaksana. Manager K3/HSE dapat membantu tempat kerja pulih setelah terjadinya bencana dengan beberapa cara.

Pertama, mereka dapat melakukan pengecekan kerusakan, memeriksa properti untuk menentukan apa yang memerlukan perbaikan atau harus diganti. Selain itu, mengidentifikasi area bangunan yang menimbulkan ancaman keselamatan.

Setelah mengecek berbagai kerusakan dan kondisi paska bencana, manager K3 atau HSE bisa bekerja untuk membantu perusahaan kembali beroperasi normal. Mereka juga dapat merefleksikan aspek-aspek dari rencana darurat mereka yang perlu direvisi.

Keamanan Kelistrikan di Tempat Kerja

Bahaya listrik dapat mengakibatkan luka bakar, sengatan listrik, kebakaran, ledakan dan kematian. Beberapa bahaya kelistrikan yang umum terjadi di tempat kerja meliputi:

  • Saluran listrik overhead
    Saluran listrik di atas kapasitas dapat membuat voltase daya listrik yang mematikan. Jika tidak bisa berjarak dengan saluran listrik tegangan tinggi ini dapat menyebabkan sengatan listrik atau luka bakar yang parah.
  • Peralatan listrik rusak
    Perkakas atau perlengkapan dengan kabel yang rusak atau cacat lainnya dapat menimbulkan bahaya bagi mereka yang menggunakannya. Selain itu, pekerja yang tidak terlatih tidak boleh menggunakan alat-alat ini.
  • Pengkabelan yang tidak tepat
    Arus listrik yang berbeda membutuhkan jenis kabel tertentu. Menggunakan kabel yang salah dapat menyebabkan panas berlebihan dan kebakaran. Hal ini juga dapat terjadi karena penggunaan jenis kabel ekstensi yang salah, outlet yang kelebihan beban dan penggunaan pemutus arus yang tidak tepat.
  • Bagian instalasi listrik terbuka
    Karena tingkat lonjakan daya listrik yang berpotensi berbahaya melalui komponen listrik, komponen tersebut harus tetap tertutup dengan aman. Lampu penerangan sementara, unit distribusi daya dan kabel daya dengan komponen listrik yang terbuka semuanya menimbulkan potensi bahaya kelistrikan.
  • Kondisi basah
    Air membuat sengatan listrik lebih mungkin terjadi. Menggunakan listrik di lingkungan basah, terutama bila isolasi peralatan telah rusak, menimbulkan risiko keselamatan yang fatal.

Environmental Hazard di Tempat Kerja Masalah Listrik

Strategi Meningkatkan Keamanan Listrik di Tempat Kerja

Manager K3 atau HSE dapat membantu meminimalkan risiko insiden kecelakaan elektrikal dengan beberapa cara:

  • Menghindari penggunaan peralatan yang panas untuk mencegah bahaya elektrikal.
  • Memutus konduktor atau komponen sirkuit dari bagian yang dialiri listrik untuk memastikan kondisi kerja yang aman.
  • Menetapkan program keamanan listrik dengan meningkatkan kesadaran akan bahaya kelistrikan dan memberikan pelatihan yang dibutuhkan karyawan. Manager K3 atau HSE juga dapat mengembangkan prosedur kerja yang aman dan mengidentifikasi prinsip-prinsip keselamatan.

Para stake holder atau manager K3/HSE harus berkomitmen untuk mengatasi bahaya lingkungan di tempat kerja dan menciptakan, serta memelihara lingkungan yang aman bagi karyawannya. Lingkungan kerja yang aman tidak hanya mencegah cedera dan penyakit tetapi juga mengurangi biaya perawatan, meningkatkan produktivitas dan meningkatkan semangat kerja karyawan.

Sumber: 5 Common Environmental Hazards in the Workplace

environmental hazard di tempat kerja, environmental hazard di tempat kerja, environmental hazard di tempat kerja, environmental hazard di tempat kerja,environmental hazard di tempat kerja, environmental hazard di tempat kerja, environmental hazard di tempat kerja

Leave a Comment

0