Standar Inspeksi Pompa Hydrant untuk Keamanan Petugas Menurut NFPA

Inspeksi Pompa Hydrant Menurut NFPA

Inspeksi pompa hdyrant perlu dilakukan secara rutin. Tujuannya untuk memastikan alat ini bisa berfungsi dengan baik. Standar inspeksi hydrant dari NFPA membahas terkait prosedur pengecekan pompa hydrant yang aman.

Tanpa prosedur yang tepat, petugas yang melakukan inspeksi bisa mengalami beberapa risiko berbahaya. Salah satunya terkena sengatan listrik. Jadi, pahami dan ikuti standar NFPA ini agar lebih aman dalam bertugas.

Kenapa Inspeksi Pompa Hydrant Sangat Penting?

Pompa hydrant adalah salah satu komponen fire hydrant yang punya peran sangat penting. Komponen ini digunakan untuk menyediakan pasokan air yang cukup ke titik kebakaran.

inspeksi pompa hydrant sesuai standar NFPA

Pada instalasi fire hydrant, ada tiga jenis pompa yang digunakan dan masing-masing memiliki fungsi penting. Jenis pompa hydrant dan fungsinya adalah sebagai berikut:

  • Electric pump: pompa utama pada hydrant yang bekerja menggunakan tenaga listrik untuk mendistribusikan pasokan air dari ground tank ke jaringan hydrant.
  • Diesel pump: pompa cadangan yang digunakan ketika electric pump tidak bisa bekerja akibat terjadi pemadaman listrik saat kebakaran.
  • Jockey pump: pompa hydrant yang berfungsi untuk menjaga tekanan air pada jaringan hydrant agar tetap stabil.

Dalam situasi darurat, pompa hydrant harus bisa berfungsi dengan baik agar pemadaman kebakaran berjalan cepat dan efektif. Sebab, dalam kebakaran setiap detik sangat berharga.

Jika pompa hydrant mengalami masalah saat dibutuhkan, hal ini bisa menyebabkan masalah yang sangat serius. Pemadaman kebakaran bisa terlambat dilakukan.

Lalu, apa yang terjadi jika kebakaran tidak dipadamkan secepatnya? Tentu saja ini bisa menyebabkan kerugian properti yang besar, bahkan mengancam keselamatan orang-orang.

inspeksi pompa hydrant teknisi member nfpa

Oleh karena itu, inspeksi pompa hydrant harus dilakukan secara rutin. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa pompa kebakaran tersebut dapat berfungsi dengan baik.

Inspeksi pompa hydrant akan mendeteksi masalah potensial pada pompa hydrant sebelum terjadi kebakaran. Sehingga bisa diambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

Kegiatan inspeksi pompa hydrant harus dilakukan secara rutin sesuai standar tertentu agar berjalan aman dan efektif. Salah satu SOP hydrant pump yang harus diikuti adalah standar NFPA 25 dan NFPA 70.

Standar Keselamatan Saat Inspeksi Pompa Hydrant

Minimnya perangkat proteksi arus lebih, merupakan hal yang harus diperhatikan. Apalagi saat membahas tentang pengujian dan inspeksi pompa kebakaran yang harus dilakukan sesuai prosedur dan standar.

Inspeksi Pompa Hydrant Menurut NFPA 25

Untuk memastikan bahwa pompa kebakaran tetap beroperasi, NFPA 25 menetapkan standar tentang Inspeksi, Pengujian, dan Pemeliharaan Sistem Perlindungan Kebakaran Berbasis Air, termasuk pompa hydrant.

Saat melakukan pemeriksaan pompa hydrant, kurangnya perangkat perlindungan untuk arus berlebih, membuat petugas yang melakukan servis sangat mungkin terkena paparan sengatan listrik, arc flash, dan arc blasts.

Karena bahaya tersebut, beberapa perubahan penting dilakukan pada NFPA 25 Edisi 2020. Perubahan yang telah dilakukan pada NFPA 25 sekarang memungkinkan kerja yang lebih aman bagi petugas saat melakukan inspeksi.

Standar pengujian/ pemeliharaan pompa hydrant juga diatur dalam NFPA 70E Tentang Standar Keselamatan Listrik di Tempat Kerja, atau setara seperti Keselamatan Listrik Tempat Kerja CSA Z462 di Kanada.

Selain itu, pengujian dan inspeksi dalam BAB 8 juga mengharuskan petugas servis membuka pengontrol pompa hydrant yang berenergi listrik guna melakukan pengukuran dan memeriksa sambungan.

Jika tidak pun, dapat diselesaikan tanpa membuka pengontrol berenergi atau:

  • Inspeksi papan sirkuit.
  • Inspeksi kabel dan kawat.
  • Pemeriksaan bagian pipa di dalam panel listrik.
  • Pemeriksaan kontrol panel dan koneksi kabel daya.
  • Menguji akurasi pengukur tekanan dan sensor.
  • Membaca tekanan arus untuk pompa kebakaran yang menggunakan sensor tekanan elektronik untuk mengontrol operasi pompa kebakaran.
  • Mencatat tegangan dan arus motor listrik (semua jalur).
  • Menguji sensor alarm dalam pengontrol pompa kebakaran (sebagai gantinya mereka dapat diuji di lokasi alternatif).

inspeksi pompa hydrant yang aman sesuai standar

Beberapa peraturan dapat diaplikasikan pada pengontrol berenergi listrik, jika sarana eksternal disediakan. Selain itu, beberapa inspeksi dapat dilakukan jika pengontrol pompa hydrant dalam kondisi aktif dan aman secara elektrik.

Menurut NFPA 70E, hal ini akan mencakup penghilangan energi pada sirkuit, penguncian / tagout perangkat isolasi untuk alat pengontrol dan konfirmasi bahwa pengontrol dalam keadaan energi nol.

Untuk menonaktifkan pengontrol, sakelar isolasi di pengontrol pompa kebakaran yang terletak di kompartemen terpisah dari komponen pengontrol lainnya dapat digunakan.

Perlu dicatat bahwa menurut NFPA 20 dan NFPA 70®, pompa hydrant diizinkan untuk memiliki alat pemutus daya. Tetapi karena biaya penambahan alat pemutusan yang begitu besar, sering kali alat tersebut tidak tersedia.

Tanpa alat pemutusan sambungan, akan jauh lebih sulit untuk menonaktifkan pengontrol pompa hydrant saat bekerja. Jadi, sangat disarankan untuk melengkapi alat pemutus daya pada pompa hydrant.

Standar NFPA 70E untuk Keamanan Pengecekan Fire Pump

Bagian ini mencakup penggunaan alat pelindung diri atau APD. Untuk menentukan APD yang tepat, petugas harus menggunakan PPE Category Method atau Incident Energy Analysis.

PPE Category Method diuraikan dalam NFPA 70E, namun metode ini bergantung pada perangkat pelindung arus lebih atau OCPD (upstream overcurrent protective device) hulu.

Inspeksi Pompa Hydrant Menurut NFPA 70

Karena banyak pompa hydrant tidak memiliki OCPD (upstream overcurrent protective device) hulu, sehingga petugas perlu merujuk pada informasi yang didapat dari Incident Energy Analysis.

Ini berarti, Incident Energy Analysis harus dilakukan sebelum personel layanan membuka kabinet berenergi untuk melakukan pengujian apa pun.

Untuk membantu pekerja dalam memilih APD berdasarkan Incident Energy Analysis, NFPA 70E mengharuskan pemilik memberi label pada peralatan sebagai berikut:

  1. Tegangan sistem nominal.
  2. Batas arch flash.
  3. Setidaknya satu dari berikut ini:
    a. Incident Energy Analysis yang tersedia dan jarak kerja yang sesuai, atau kategori APD arc flash.
    b. Nilai arch minimum clothing.
    c. Tingkat APD spesifik.

Kesimpulan

Hanya teknisi yang memenuhi syarat NFPA 70E yang dapat melakukan pemeliharaan hydrant pump. Mereka yang telah terlatih dengan keterampilan dan pengetahuan terkait dengan konstruksi dan pengoperasian pengontrol pompa kebakaran.

Dan mereka yang telah menerima pelatihan keselamatan yang diperlukan untuk dapat mengidentifikasi bahaya dan mengambil langkah tepat untuk mengurangi risiko dari bahaya listrik yang ada.

Kesimpulannya, NFPA 25 mengurangi beberapa pemeriksaan, pengujian dan pemeliharaan pada pompa hydrant jika tidak dapat diselesaikan tanpa membuka pengontrol pompa hydrant yang diberi energi.

Jika ada kebutuhan untuk pengecekan pengontrol pompa kebakaran yang berenergi, petugas yang melakukan servis harus mengikuti NFPA 70E untuk menentukan perlindungan yang tepat dan APD yang digunakan.

inspeksi pompa hydrant teknisi profesional dan berpengalaman

Dalam situasi apa pun, seorang petugas yang melakukan servis tidak boleh melakukan pekerjaan pada peralatan yang diberi energi tanpa menentukan dan menggunakan tingkat APD yang tepat dan memperoleh pelatihan.

Nah, jika kamu ingin memerlukan servis pompa hydrant, kami punya rekomendasi. Di Indonesia, ada dua vendor inspeksi hydant yang jadi member resmi NFPA, sehingga inspeksi dilakukan sesuai dengan standar NFPA 25 dan NFPA 70.

Kedua vendor ini adalah Bromindo dan Patigeni! Jika ingin melakukan inspeksi maupun maintenance, bisa segera menghubungi dua vendor ini. Kamu juga bisa hubungi kontak kami untuk konsultasi terkait layanan ini.

Sumber: Fire Pump Electrical Safety for Service Personnel oleh Shawn Mahoney

Inspeksi Pompa Hydrant Menurut NFPA, Inspeksi Pompa Hydrant Menurut NFPA, Inspeksi Pompa Hydrant Menurut NFPA, Inspeksi Pompa Hydrant Menurut NFPA, Inspeksi Pompa Hydrant Menurut NFPA

Leave a Comment

0