Cara Memasang Hydrant Pillar Yang Benar Sesuai Dengan Standar NFPA

pemasangan hydrant pillar

Hydrant Pillar, kita sudah tidak asing dengan benda yang satu ini. Seringkali kita menjumpainya di tempat-tempat umum maupun sebuah kantor.

Hydrant pillar merupakan salah satu komponen dalam jaringan sistem fire hydrant. Komponen ini merupakan satu bagian yang sangat vital dari sebuah jaringan sistem pengendali kebakaran hydrant. Lantaran, hydrant pillar merupakan komponen output.

pemasangan hydrant pillar yang tepat

Selain itu, kualitas pipa tegak hydrant juga sangat berpengaruh terhadap sebuah proses pemadaman kebakaran. Oleh sebab itu, ketika hendak memasang hydrant pillar sendiri kita tidak boleh asal memasangnya.

Pemasangan Hydrant Pillar Harus Sesuai Standar NFPA

Hydrant Pillar harus dipasang dengan benar dan tepat sesuai dengan standar NFPA. Dengan melakukan pemasangan yang tepat, maka kita akan mempermudah petugas DAMKAR dalam mengambil tindakan ketika pada gedung tersebut terjadi kebakaran.

Sebaiknya hydrant pillar dipasang  oleh teknisi yang berpengalaman dan tentunya telah bersertifikat NFPA. Sehingga instalasi hydrant pillar sudah pasti sesuai dengan standar NFPA. Lantas, bagaimana pemasangan hydrant pillar yang sesuai standar NFPA?

pemasangan hydrant pillar yang benar

Berikut merupakan cara pemasangan hydrant pillar yang mengacu pada standar NFPA :

  • Anda harus memperhatikan jumlah output dari hydrant pillar atau hydrant box dalam menentukan Pompa Hydrant yang akan menyedot air dari tandon reservoir dan mengalirkan ke jaringan pipa dalam instalasi fire hydrant .
  • Sebaiknya Hydrant Pillar dipasang dengan jarak 35-38 meter. Karena panjang selang kebakaran umumnya bisa mencapai 30 meter, dan semprotan dari air bertekanan yang keluar dari nozzle bisa mencapai jarak sampai 5 meter.
  • Jika, bangunan Anda memiliki 8 lantai atau lebih, Anda wajib menggunakan hydrant untuk mencegah api merambat pada bangunan gedung lain di sebelahnya.
  • Hal ini sangatlah penting, Hydrant pillar dan hydrant box wajib diletakkan pada area yang mudah terlihat, mudah dijangkau tanpa halangan apapun sehingga sewaktu–waktu terjadi kebakaran petugas pemadam akan dengan mudah mengakses tempat tersebut.

Selain hal-hal tersebut, sebaiknya kita juga melakukan yang namanya maintenance rutin instalasi hydrant yang kita miliki. Agar tidak terjadi malfungsi di kemudian hari. Masalahnya banyak kejadian, hydrant tidak berfungsi ketika sedang dalam kondisi urgent.

Pemasangan Yang Tidak Sesuai Standar Akan Berdampak Buruk Pada Instalasi

Dilapangan, banyak ditemukan bahwa hydrant dipasang tidak sesuai dengan standar NFPA. Lantas, permasalahan apa yang akan terjadi ketika kita memasang hydrant tidak sesuai dengan aturan atau standar NFPA dan SNI?

  1. Valve sering susah dibuka: hindari hal tersebut dengan cara melakukan pelumasan secara periodik agar tidak muncul kerak karat pada valve.
  2. Kebocoran pada seal: hal ini sering timbul akibat usia komponen yang sudah lapuk dan mengakibatkan seal mengeras (tidak lentur). Untuk menghindari hal tersebut lakukan pengetesan secara berkala setiap 3 bulan sekali.
  3. Fungsikan hydrant secara berkala, pada umumnya setiap 2 bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya pengendapan lumpur di dalam hydrant pillar.

cara memasang hydrant pillar

Langkah-Langkah Memasang Hydrant Pillar

Perawatan pada hydrant pillar juga perlu diperhatikan. Pasalnya, hydrant pillar yang sudah berkarat dan lama, harus diganti. Karat pada hydrant pillar akan mengganggu keluarnya air. Berikut ini merupakan cara pemasangan hydrant pillar yang baik.

  1. Mematikan pompa agar tidak mengalirkan air pada jaringan hydrant.
  2. Setelah pompa mati, buka output pada pillar dengan cara memutar dengan kunci hydrant. Hal ini bertujuan untuk mengosongkan air pada pillar.
  3. Setelah air kosong, lepaskan pillar yang menyambung pada jaringan pipa. Dengan cara melepaskan baut yang menyatukan keduanya.
  4. Setelah terlepas, lepas karet flang dan kosongkan air yang tersisa pada pipa yang menghubngkan pipa dengan hydrant pillar.
  5. Lakukan penggantian pillar lama dengan pillar yang baru. Selain itu, karet fueng juga harus diganti dengan yang baru. Agar tidak terjadi kebocoran pada hydrant.

Untuk ilustrasi lebih jelas, simak video berikut ini :

Untuk mengantisipasi adanya kebocoran pada hydrant yang sering terjadi, sebaiknya kita menggunakan aplikasi canggih dari firecek, yaitu WELMO. Informasi lebih lanjut mengenai welmo bisa hubungi customer support kami disini.

Leave a Comment

0