Standar Penempatan APAR Menurut Permenakertrans & NFPA

Untuk memaksimalkan fungsi dan efektivitasnya, APAR harus ditempatkan sesuai standar. Standar penempatan APAR yang berlaku di Indonesia adalah Permenakertrans dan NFPA. Yuk, cek penjelasan lengkapnya berikut ini!

Kenapa Sih APAR Harus Ditempatkan Sesuai Standar?

standar penempatan apar menurut nfpa

Penempatan APAR sesuai standar sangat penting demi alasan keamanan dan keselamatan. Ketika APAR diletakkan pada lokasi yang tepat, ini akan memastikan APAR bisa ditemukan dengan cepat dan mudah diakses saat darurat.

Akses yang cepat terhadap APAR akan mengurangi waktu yang diperlukan untuk merespon kebakaran. Dengan begitu, kebakaran bisa lebih cepat diatasi dan meminimalisir risiko kerugian yang lebih besar.

Setiap APAR memiliki jangkauan yang terbatas. Dengan mengetahui standar penempatan APAR, kamu bisa menyediakan APAR dengan ukuran dan kapasitas yang tepat sesuai kebutuhan area atau bangunan.

Secara keseluruhan, standar penempatan APAR akan membantu memaksimalkan efektivitas APAR dan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko kebakaran.

Standar Penempatan APAR Menurut Permenakertrans No.4 Tahun 1980

Salah satu standar yang mengatur penempatan APAR adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No:PER.04/MEN/1980 tentang Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan.

Lalu, apa saja standar penempatan APAR yang ditetapkan oleh Permenaker? Ada empat poin penting yang dibahas pada Permenaker APAR tersebut. Poin-poin standar penempatan APAR menurut Permenakertrans adalah sebagai berikut:

  • Lokasi penempatan APAR adalah pada area yang mudah diakses dan tidak terhalang oleh benda atau gangguan lainnya.
  • Tepat di atas APAR haruslah dipasang atau diberi tanda APAR yang jelas dan sesuai standar.
  • Pasang APAR di dinding dengan jarak minimal 15 cm dari lantai atau idealnya adalah 125 cm dari lantai.
  • Jarak antara APAR satu dengan lainnya adalah 15 meter atau bisa disesuaikan sesuai saran dari ahli K3.

Berapa Batas Suhu Pada Tempat Dipasangnya Alat Pemadam Api Ringan?

Saat menempatkan APAR di dalam ataudi luar ruangan, kamu harus memperhatikan suhu pada area tersebut. Jangan sampai suhunya melebihi standar yang telah ditetapkan. Terus, berapa batas suhunya?

Permenakertrans No 4 Tahun 1980 menyatakan suhu pada tempat dipasangnya alat pemadam api ringan (APAR) tidak boleh melebihi 49 °C atau turun sampai minus 44 °C.

Bagaimana Standar Penempatan APAR di Luar Ruangan?

Jika kamu meletakkan APAR di luar ruangan (outdoor), disarankan untuk menggunakan box APAR. Fungsi box APAR adalah untuk melindungi seluruh komponen tabung APAR dari paparan cuaca yang ekstrem di luar ruangan.

standar penempatan apar di di luar ruangan

Penggunaan box APAR tidak wajib. Jika menggunakan APAR berkualitas, tidak masalah meletakkan APAR di luar ruangan tanpa box. APAR tahan terhadap cuaca ekstrem, sehingga tidak akan korosi atau merusak media APAR.

Mau punya APAR berkualitas yang tahan terhadap cuaca ekstrem? Pakai Firefix dan GuardALL aja!

Tabung APAR Firefix dan GuardALL sudah teruji mampu bekerja di bawah tekanan hingga 80 bar. Jadi, dijamin kuat dan tidak bocor. Dengan teknologi screen printing, informasi pada tabung juga lebih awet dan nggak gampang pudar.

Tabung juga menggunakan lapisan coating yang membuatnya tampak selalu baru dan tidak mudah kusam. Jadi, nggak perlu khawatir kalau diletakkan di luar ruangan yang terpapar atau terkena cuaca langsung.

Standar Penempatan APAR Menurut NFPA (National Fire Protection Association)

Selain Permenakertrans, standar penempatan APAR NFPA juga harus dipatuhi. National Fire Protection Association (NFPA) adalah organisasi yang fokus pada pengembangan dan peningkatan standar keamanan terkait kebakaran.

NFPA telah menetapkan beberapa kode dan standar yang bertujuan untuk mengurangi bahaya kebakaran dan risiko lainnya. Salah satunya Standar NFPA 1 yang mengatur tentang penempatan APAR sebagai berikut:

1. Tentukan Area yang Diproteksi APAR

standar penempatan apar sesuai area

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan APAR. Menurut standar penempatan APAR NFPA, alat pemadam kebakaran harus ada di beberapa tempat atau hunian berikut:

  • Pelayanan kesehatan rawat jalan
  • Apartemen
  • Tempat persidangan/majelis
  • Area bisnis
  • Panti asuhan
  • Hotel & asrama
  • Area industri
  • Kamar penginapan
  • Bangunan perdagangan
  • Area perumahan
  • Layanan kesehatan
  • Bangunan pendidikan
  • Penyimpanan barang
  • Tahanan dan kemasyarakatan
  • Hunian di struktur khusus

Penggunaan APAR tidak diwajibkan untuk lingkup kecil, seperti rumah/tempat tinggal yang hanya berisi satu atau dua keluarga saja. Kenapa bisa begitu? Cek persyaratan hunian di Tabel 13.6.1.2 dari NFPA 1, Fire Code (2018).

2. Hitung Kebutuhan APAR

Setiap bangunan dengan luas yang berbeda, memiliki kebutuhan jumlah APAR yang berbeda pula. Kamu perlu mengukur berapa luas bangunan untuk menentukan jumlah APAR yang dibutuhkan.

Saat menempatkan APAR di setiap area dengan jumlah yang tepat, ini akan memastikan area tersebut mendapatkan proteksi maksimal. Kebakaran bisa cepat dipadamkan dengan APAR yang tersedia di masing-masing area.

3. Pilih Jenis APAR Sesuai Risiko Kebakaran

standar penempatan apar sesuai risiko kebakaran

Standar penempatan APAR juga mengharuskan kamu memilih jenis APAR sesuai bahaya yang mengancam. Setiap area tentu memiliki resiko kebakaran yang berbeda. Jadi, pastikan gedungmu diproteksi oleh jenis APAR yang tepat.

Jenis-jenis APAR yang bisa kamu gunakan sesuai kebutuhan adalah sebagai berikut:

  • APAR Powder
  • APAR Foam
  • APAR Karbon Dioxide (CO2)
  • APAR Liquid Gas

4. Pilih Lokasi yang Mudah Diakses

Ketika terjadi kebakaran, setiap detik sangat berharga. APAR yang mudah diakses sangat membantu proses pemadaman kebakaran berjalan lebih cepat. Jadi, pastikan APAR-mu berapa di lokasi yang mudah diakses saat darurat.

Standar penempatan APAR dari NFPA mengharuskan penempatan APAR di tempat yang mudah dijangkau. Disarankan untuk menaruhnya di area yang biasa digunakan untuk mobilitas, sehingga mudah diakses saat darurat.

5. Pastikan Terlihat Jelas Tanpa Gangguan

Letakkan APAR di area yang mudah terlihat. Jika ada penghalang visual yang tidak bisa dihindari, maka harus dilengkapi panah, lampu, atau tanda APAR di atasnya untuk menunjukkan dimana alat pemadam tersebut berada.

6. Atur Tinggi APAR dari Lantai

standar penempatan APAR agar efektif digunakan

Saat menempatkan APAR, satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah ketinggiannya. Bagian bawah APAR berada setidaknya 10,16 cm dari tanah dan bagian atasnya tidak lebih dari 152,4 cm dari tanah.

Namun, aturan ini dikecualikan untuk APAR yang beratnya lebih dari 18 kg. Bagian atas APAR tidak boleh lebih dari 106,68 cm di atas lantai. Ini termasuk alat pemadam di dalam lemari, tapi tidak termasuk alat pemadam beroda (APAB/trolley).

Standar Penempatan dan Penggunaan APAR Sesuai Kelas Kebakaran

Seperti yang kita tahu, ada beberapa jenis kelas kebakaran yang ditetapkan oleh NFPA, diantaranya kelas kebakaran A, B, C, D, dan K. Namun, tidak semua kelas kebakaran bisa diatasi dengan satu jenis APAR saja.

Dibutuhkan beberapa APAR yang didesain khusus untuk memadamkan api pada kelas kebakaran tertentu. Syarat penggunaan dan penempatan APAR berdasarkan kelas kebakaran yang diatur oleh NFPA 10 adalah sebagai berikut:

1. Kelas Kebakaran A

Kebakaran kelas A

Pada kelas A, kebakaran terjadi disebabkan oleh benda padat non-logam yang mudah terbakar. Seperti plastik, kertas, kayu, karet, dll. Jadi, dibutuhkan APAR untuk memproteksi area yang memang terdapat risiko kebakaran kelas A.

Standar jarak penempatan APAR sesuai dengan tingkat bahaya sudah ditentukan pada tabel 6.2.1.1 dari NFPA 10.  Terus, untuk menentukan jumlah minimal dan maksimal APAR disarankan untuk menghitung luas bangunan.

Cara menghitung kebutuhan APAR adalah dengan membagi total luas lantai dengan luas maksimum lantai yang akan diproteksi. Jarak antara APAR dengan pintu akses ruangan/lantai yang diproteksi tidak lebih dari 22,9 meter.

2. Kelas Kebakaran B

Kebakaran bisa terjadi karena terdapat benda cair, uap, dan gas yang mudah terbakar, seperti minyak, bensin, alkohol, solar, dll. Jika kebakaran dipicu oleh benda cair mudah terbakar, maka termasuk kebakaran kelas B.

Dalam tabel 6.2.1.1 NFPA 10 tertulis informasi terkait jarak maksimum perjalanan menuju ke penempatan APAR berdasarkan jenis bahaya (rendah, sedang, atau tinggi) dan peringkat pemadam.

Standar penempatan APAR NFPA menganjurkan untuk tidak menempatkan APAR dengan jarak lebih dari 9,1 meter hingga 15,25 meter (disesuaikan dengan jenis bahaya kebakaran).

3. Kelas Kebakaran C

standar penempatan APAR sesuai kelas kebakaran

Kelas kebakaran ini dipicu dengan adanya masalah elektrikal yang dapat menimbulkan api hingga terjadi kebakaran. Contohnya adalah terjadi arus pendek/korsleting listrik dan masalah electrical pada peralatan elektronik.

Jika ada area terdapat panel atau peralatan listrik, maka harus diproteksi menggunakan APAR. Karena berkaitan dengan listik, maka APAR yang kamu gunakan harus bersifat non-konduktor/tidak menghantarkan aliran listrik.

4. Kelas Kebakaran D

Standar penempatan APAR menurut NFPA juga mewajibkan peletakan APAR pada area berpotensi kebakaran yang melibatkan benda logam mudah terbakar. Contohnya adalah logam magnesium dan natrium.

Nah, untuk standar jarak peletakan APAR kelas D ini tidak boleh terlalu jauh atau melebihi 22,9 meter dari area berpotensi kebakaran.

5. Kelas Kebakaran K

Alat pemadam kebakaran juga dianjurkan untuk diletakkan di area memasak/dapur. Kebakaran yang biasanya terjadi di dapur melibatkan minyak goreng, gas, maupun peralatan memasak lainnya. 

standar penempatan APAR untuk dapur

Khusus untuk proteksi dapur dari kebakaran, NFPA menganjurkan jarak peletakan APAR tidak boleh terlalu jauh, yaitu 9,1 meter dari area yang berpotensi terjadi kebakaran.

Kalau kamu ingin membaca lebih lanjut terkait standar penempatan APAR menurut NFPA, bisa klik di sini …

Nah, itu dia penjelasan lengkap terkait standar penempatan APAR menurut NFPA dan Permenakertrans. Setelah membaca artikel ini, semoga kamu jadi lebih paham dan bisa menempatkan alat pemadam api sesuai standar.

Agar penempatan APAR di perusahaanmu sesuai standar, silahkan konsultasi dengan ahlinya agar dapat terpandu dengan lancar. Yuk, konsultasi bareng vendor resmi Firecek, yaitu PT Patigeni Mitra Sejati dan PT Bromindo Mekar Mitra.

Sumber: nfpa.org - Fire Extinguisher Fact Sheet [Fire Extinguisher Location & Placement]
Comments
pingbacks / trackbacks
  • […] Evaluasi juga apakah APAR sudah dipasang dengan tepat atau belum (15-125 cm di atasa lantau dan dilengkapi dengan box APAR untuk outdoor) jika belum sesuaikan dengan SOP. […]

Leave a Comment

0