Tenda Isolasi Pasien Corona Aman dari Si Jago Merah, Ini Tipsnya!

Tenda isolasi pasien corona

Dengan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di berbagai belahan dunia, banyak rumah sakit dan organisasi kesehatan mempersiapkan kebutuhan akan ruang tambahan. Ruangan tersebut dibutuhkan untuk perawatan pasien, pengujian, triase atau karantina suspect COVID-19.

Di banyak fasilitas kesehatan atau faskes penambahan ruangan juga termasuk penggunaan tenda isolasi pasien corona. Sangat penting di masa-masa seperti ini untuk mempertimbangkan tentang sistem fire safety dan fire protection. Sehingga, memungkinkan tim medis untuk fokus pada pasien.

Mari kita bersama coba lihat NFPA 101 edisi 2018, Bagian 11.11 (bagian yang sama pada edisi 2012) menguraikan persyaratan tentang fire safety untuk tenda yang digunakan di luar ruangan (outdoor).

Tenda Isolasi Pasien Corona dengan Sistem Fire Protection

Seperti halnya bangunan, fasilitas jalan keluar yang memadai sangat penting untuk dibangun di tenda medis, tidak hanya di dalam tenda, tetapi di luar tenda juga. Ini beberapa poin yang harus diperhatikan:

  • Semua tenda harus memiliki setidaknya jarak 3 meter di antara garis pancang untuk memungkinkan adanya jalan keluar.

Tenda Isolasi Pasien Corona dengan Sistem Fire Protection Sesuai Anjuran NFPA

  • Pada area ini harus bebas dari barang-barang yang dapat menghalangi jalan keluar dari tenda.
  • Lokasi tenda dengan jarak bangunan lain relatif, namun harus disetujui oleh tim HSE atau K3.
  • Tenda juga tidak boleh berada di lokasi yang dapat menghalangi jalan keluar, akses kendaraan pemadam kebakaran, akses ke peralatan pemadam kebakaran seperti hydrant, saluran sumber air pemadam kebakaran, atau panel kontrol sistem proteksi kebakaran.

Tenda isolasi pasien corona indonesia, cara mendirikan tenda pasien corona, tips tenda isolasi pasien corona, tenda isolasi pasien corona tips, tenda isolasi pasien corona, safety tenda isolasi pasien corona

Cara Mencegah Kebakaran di Tenda Medis

Perambatan api dan bahaya kebakaran menjadi perhatian utama di dalam tenda medis. Penggunaan kain tenda yang tidak tepat dapat berpotensi menyebabkan kebakaran yang menyebar sangat cepat.

Karena itu, penting untuk menggunakan kain yang telah distandarisasi untuk tenda medis dan dapat meminimalisir potensi bahaya kebakaran. Lalu bagaimana standar kain tenda medis? Cek poin di bawah ini:

  • Kain tenda harus memenuhi persyaratan NFPA 701 (Standard Methods of Fire Tests for Flame Propagation of Textiles and Films).
  • Selain memenuhi standar pengujian, dinas terkait juga dapat melakukan pengujian menggunakan spesimen uji yang ditempelkan pada tenda pada saat pembuatan kain.

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat menambah potensi bahaya kebakaran di tenda-tenda medis, seperti adanya:

  • Bahan-bahan atau serpihan-serpihan mudah terbakar
  • Putung rokok
  • Peralatan medis yang memanas

Maka, sebelum pendirian tenda, area tersebut harus dibersihkan dari semua serpihan-serpihan, sampah dan vegetasi yang mudah terbakar. Inilah beberapa tindakan yang harus dilakukan:

  • Selama tenda digunakan, perawatan harus dilakukan untuk memastikan setidaknya 3 meter di tiap sisi tenda bebas dari semua bahan yang mudah terbakar.
  • Lalu, dilarang merokok di sekitar tenda-tenda dan pasang peringatan “DILARANG MEROKOK!” di area tersebut.
  • Potensi bahaya kebakaran yang cukup besar dalam tenda medis dapat disebabkan penggunaan peralatan pemanas portabel atau sementara. Hanya gunakan peralatan pemanas yang terlisensi pada tenda medis.

Catatan: Pemanas yang menggunakan gas minyak cair harus mematuhi ketentuan NFPA 58 (Liquefied Petroleum Gas Code). Sedangkan pemanas ruangan berdaya listrik harus dihubungkan ke sumber listrik yang cocok untuk penggunaan di luar ruangan (outdoor). Semua pemanas ruangan hanya boleh digunakan sesuai dengan instruksi.

Tenda Isolasi Pasien Corona dengan Sistem Fire Safety

Selain semua tindakan pencegahan yang ada di atas, tenda medis harus dilengkapi dengan peralatan pemadam api portabel (APAR). APAR yang disiapkan harus sesuai dengan potensi kelas kebakarannya seperti yang diatur pada NFPA 10 (Standard for Portable Fire Extinguishers). Selain itu, APAR juga harus disimpan dan diletakan di tempat yang aman dan mudah diakses sesuai standar penempatan APAR.

Di masa-masa yang sangat menantang ini, kita harus berusaha menjaga tingkat keselamatan jiwa yang tinggi untuk melindungi semua dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya yang telah bekerja keras, juga para pasien. Oleh karena itu, mari kita sama-sama tetap menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah dan saling menjaga kebersihan dan kesehatan #lawancovid19.

Diadaptasi dari artikel sumber “#101Wednesdays: Maintaining Fire Safety in Medical Tents” dari NFPA

Leave a Comment

0